Bismillah,
Silkan dibagikan/ di Tag.
Hak Cipta hanya milik Allah, dan kami hanya menjalankan kewajiban
menyampaikan apa yang di amanahkan.
**************************
Muhammad Zavied Firdaus
******************
RENUNGKANLAH..
Islam menuntun penganutnya hidup di dunia bahagia dan di akhirat masuk
surga dengan pedoman kepada Al qur’an dan Hadits.
Bahagia adalah : Suatu perasaan yang tidak didasari oleh materi yang
mengakibatkan tidak ada lagi rasa : was-was, takut, gelisah, stress ; karena
hidup dan mati ini hanya karena Allah semata
Surga adalah : Segala sesuatu yang paling menyenangkan di dunia ini,
tidak ada seujung kukunya kesenangan di surga.
Sedangkan neraka adalah : segala sesuatu yang paling menyakitkan di
dunia ini, tidak ada seujung kukunya kesakitan di neraka
Jadi apalah artinya kesenangan di dunia ini kalau nantinya mengakibatkan
diri digiring ke neraka
.
Hidup di dunia ini adalah kompetisi untuk menentukan tempat kita kelak
di akhirat yaitu surga atau neraka. Ini sangat tergantung kepada persiapan apa
yang dilakukan untuk mencapai tempat mana yang kita inginkan nanti di akhirat.
Salah satu ibadah namun utama adalah shalat, dimana begitu istimewanya
shalat, sampai-sampai Jibril pun tidak dipercaya oleh Allah untuk menyampaikan
perintah shalat kepada Rasulullah.
Allah menyuruh langsung Rasulullah untuk datang menghadap dalam bentuk
Mi’raj agar langsung didengar perintah shalat tersebut oleh Rasulullah.
Rasulullah saat sakratul mautnya, berpesan untuk umatnya : Peliharalah
Shalat, peliharalah shalat, peliharalah shalat…
Sabda Rasulullah saw, : di akhirat nanti ada orang yang membawa
shalatnya di hadapan Allah swt, kemudian shalatnya diterima dan dilipat-lipat
seperti dilipat-lipatnya kain usang dan kotor lalu shalatnya itu dibantingkan
ke wajahnya.
Sabda Rasulullah saw, : Bagi orang yang berangan-angan dalam shalatnya,
maka ia tidak akan memperoleh apapun selain dari angan-angannya itu.
Sabda Rasulullah saw, : Sesungguhnya perumpamaan shalat itu seperti
orang yang mandi. Bila seseorang mandi 5 kali sehari, tetapi badannya belum
juga bersih, boleh jadi karena air yang digunakan untuk mandi tersebut memang
kotor, atau di waktu mandi ia tidak menggunakan sabun. Jadi jika ada orang yang
mengerjakan shalat 5 kali sehari, tetapi perilakunya masih saja buruk, berarti
orang tersebut belum memahami benar akan artinya shalat.
HAKEKAT SHALAT …
Pada hakekatnya shalat adalah aktifitas yang mempunyai arti sebagai
berikut :
-Menyanjung dan memuji Allah : Allahu Akbar, Maha suci Allah dan Maha
Agung , Maha Tinggi Allah, Maha Pengasih dan Maha Penyayang
-Membuat janji/komitmen dengan Allah : Sesungguhnya shalatku, ibadahku,
hidupku dan matiku hanya karena Allah semata dan tidak akan menserikatkan
Allah.
-Memohon kepada Allah : Meminta : jalan yang lurus, ampunan, disayangi,
cukupi kekurangan, tinggikan derajad, rezeki, petunjuk, kesehatan
-Mendoa’kan Rasulullah : shalawat
FAKTA …
Fakta yang ada dalam lingkungan kita adalah :
Bagaimana agar sembahyang kita bisa khusuk, sehingga keluarlah berbagai
macam aturan yang didominasi oleh kata-kata jangan dan harus, misalnya : jangan
bawa pikiran yang lain dalam shalat, wajah harus tetap ke sajadah dan lainnya.
Shalat dilakukan hanya sebagai suatu pemenuhan kewajiban sehingga sering
dilakukan buru-buru, tetapi saat berdo’a cukup lama.
Sementara mulut mengucapkan bacaan shalat, namun hati melanglang buana
entah kemana, tahu-tahu shalat sudah selesai. Ini tidak beda dengan orang
mabok, tidak mengerti apa yang sedang diucapkannya. Inilah yang dikatakan dalam
QS:Al ma’un 107 :004-005 : Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat
(yakni) orang-orang yang lalai dari shalatnya.
-Sebaliknya, QS Al Mu’minun 23:001-002 Sesungguhnya beruntunglah
orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu` dalam shalatnya,
-Coba kita ingat-ingat : bila dipanggil atasan, betapa kita datang
dengan rapi dan bertutur kata lembut, dan mengerti persis apa yang akan
diucapkan, jarang terpikir hal-hal lain, apalagi bila itu menyangkut
kelangsungan jabatan.
-Berjanji dalam shalat tidak akan menserikatkan Allah, tetapi
kenyataannya dalam shalat secara tidak sadar telah melakukan serikat bagi
Allah. (Syirik)
-Syirik bukan saja menyembah berhala, tetapi juga bila kalbu ini
didominasi oleh hal-hal selain Allah. (Syirik adalah dosa yang tidak berampun).
BAGAIMANA DENGAN SHALAT KITA?
Penduduk Indonesia yang dominan beragama Islam dan melaksanakan shalat,
namun shalatnya tidak dapat mencegah yang keji dan mungkar sesuai dengan tujuan
shalat itu sendiri QS Al ‘Ankabuut 29:045: Bacalah apa yang telah diwahyukan
kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur’an) dan dirikanlah shalat.
Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan
mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar
(keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu
kerjakan.
Ini bisa kita lihat dari betapa banyak maksiat yang masih terjadi berupa
: perkosaan, perzinahan, pembunuhan, korupsi, penipuan, perampokan, penyogokan
dlsb.
BERTAFAKURLAH SEJENAK..
Mari bertafakur sejenak untuk memperkuat keyakinan ilahiyah, sebab sabda
Rasulullah : Bertafakur sejenak, lebih baik daripada ibadah satu tahun :
Bila datang kepada kita malaikat jibril yang menyampaikan bahwa umur
kita tinggal 2 jam lagi, apa yang akan diperbuat ? tentulah sikap yang timbul
adalah : dengan rasa takut, rendah diri dan penuh harap tanpa lagi menghiraukan
harta, istri dan anak : mendirikan shalat tobat dan memohon ampunan-Nya. Bahkan
selama 2 jam tersebut akan digunakan untuk memperbanyak ibadah-ibadah lainnya.
Maka anggaplah bahwa shalat ini adalah shalat yang terakhir, seolah-olah
habis shalat ini akan meninggal. QS An Naml 27:003 : (yaitu) orang-orang yang
mendirikan sembahyang dan menunaikan zakat dan mereka yakin akan adanya negeri
akhirat.
Tidak dihitung amalan yang lain apabila shalat tidak diterima.
Kita akan berkomunikasi langsung dengan Allah yang Maha Melihat, Maha
Mendengar. QS Asy Syu’araa’ 26:218 : Yang melihat kamu ketika kamu berdiri
(untuk sembahyang),
Syirik adalah dosa yang tidak berampun. QS An Nisa’ 04:48 : Sesungguhnya
Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang
selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang
mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. QS An
Nisa’ 04:116 : Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan
(sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi
siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah,
maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.
Shalat adalah peluang besar untuk meraih surga QS Al Baqarah 02:277 :
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan
sembahyang dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak
ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
Percuma hidup di dunia bila nanti di akhirat akan masuk neraka.
Setan akan menggoda dari segala sisi dan segala cara.
TANAMKAN DALAM KALBU…
Setelah keyakinan ini tertanam kokoh dalam kalbu, maka secara otomatis
sikap kita adalah :
Berpakaian yang terbaik untuk ketemu dengan Allah (shalat)
Mengikhlaskan waktu untuk ketemu dengan Allah (shalat)
Setiap akan memulai suatu pekerjaan, selalu memohon kepada Allah agar
terlindung dari godaan setan
Mengucapkan bacaan shalat dengan tenang dan sabar, tidak tergesa-gesa
Berusaha untuk mengerti apa yang diucapkan dalam shalat sehingga mulut
berucap, kalbu tidak dibiarkan terdominasi oleh selain Allah yaitu dengan
memberikan tugas : mengartikan apa yang sedang diucapkan. Wajar apabila masih
saja ada gangguan bagi kalbu yang melanglang buana, tetapi dengan cepat kembali
kepada Allah.
Janji kepada Allah dalam shalat, yakni : sesungguhnya shalatku,
ibadahku, hidupku dan matiku adalah karena Allah semata, dijadikan sebagai alat
kontrol dalam setiap akan memulai tindakan. Sehingga bila tindakan yang akan
dilakukan tersebut bukan karena Allah semata, maka tidak perlu dilakukan.
Misalnya : Bila ada niat dalam hati hendak melakukan zina atau korupsi, segera
tanya kalbu ini, apakah ini kita hadirkan atau lakukan karena Allah ? Bila
tidak, tentu segera meninggalkan niat berbuat tersebut.
AMALKANLAH…
Bila shalat yang dilakukan berdasarkan keyakinan tersebut di atas, maka
akan terasa bahwa betapa shalat itu nikmat, sehingga sehabis shalat akan terasa
tentram dalam kalbu.
Keyakinan ilahiyah ini jualah yang antara lain akan membuahkan shalat
yang mana selaras antara mulut yang mengucapkan dengan kalbu yang menghayati
maknanya dan otak mengingat kebesaran-Nya. (Khusyu’).
Shalat seperti inilah yang dapat mencegah Keji dan Mungkar . Insya
Allah.
Allahu A’lam bissawab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar